BRMP Jambi Kawal 182 Ha PM-AAS di Sungai Penuh, Target Produktivitas 10 Ton/Ha
SUNGAI PENUH — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi bersama Pemerintah Kota Sungai Penuh memperkuat pengawalan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) seluas 182 hektare melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pendampingan PM-AAS di Aula Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (27/8). Rakor dihadiri Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh H. Suarman, S.E., M.M., Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kota Sungai Penuh Desy Nofriati, S.P., M.Si., LO Kota Sungai Penuh Eva Salvia, S.P., serta jajaran penyuluh dan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan tersebut menjadi forum untuk menyatukan langkah dalam mendukung pelaksanaan PM-AAS sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah.
Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar menegaskan pentingnya pengawalan secara terpadu mulai dari kesiapan lahan, penyediaan sarana produksi, pelaksanaan budidaya, hingga penerapan mekanisasi dan teknologi spesifik lokasi. Penyuluh, menurutnya, memiliki peran penting dalam mendorong adopsi inovasi dan teknologi karena berhubungan langsung dengan petani. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, yang mewakili Wali Kota, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap penerapan PM-AAS sebagai upaya memodernisasi usaha tani di tengah tantangan keterbatasan lahan dan sarana prasarana, alih fungsi lahan, perubahan iklim, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi. Penguatan sektor pertanian dinilai penting karena berkaitan dengan ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, pengendalian inflasi, dan pembangunan daerah.
Rakor juga dirangkaikan dengan penyerahan drum seeder tipe 4:1 dan teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) dari BRMP Jambi untuk mendukung penerapan PM-AAS di tingkat petani. Drum seeder tipe 4:1 dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik petakan sawah di Kota Sungai Penuh yang relatif lebih kecil sehingga diharapkan lebih sesuai diterapkan di lapangan, sementara teknologi AWD mendukung pengelolaan air dalam budidaya. Melalui penguatan koordinasi, pendampingan penyuluh, serta pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kondisi wilayah, penerapan PM-AAS seluas 182 hektare diharapkan dapat mencapai target produktivitas hingga 10 ton per hektare, meningkatkan efisiensi usaha tani, dan mendukung penguatan produksi pangan serta swasembada pangan di Kota Sungai Penuh. (JEPD)